logo web pa

Written by Admin on . Hits: 6

Sifat Duniawiyah Yang Harus Dijauhi Dalam Memperoleh Ridlo-Nya

PA JEPARA – Bertempatkan diruang sidang I Pengadilan Agama Jepara, hari rabu 18 September 2013 Pengadilan Agama Jepara melaksanakan Rapat Dinas Rutinan yang dilaksanakan setiap hari rabu. Acara ini diikuti oleh pejabat structural, fungsional dan seluruh karyawan dan karyawati Pengadilan Agama Jepara tanpa terkecuali.

IMG 4771

 

Pada acara Rapat Dinas Rabuan yang selalu dibarengi dengan acara ceramah yang mana pada kesempatan kali ini diisi oleh Drs. H. Djuwari HS, SH selaku Hakim di Pengadilan Agama Jepara ini.

IMG 4758

IMG 4766

 

Dalam acara ceraham atau kultum yang diisi oleh Drs. H. Djuwari HS, SH beliau menyampaikan 5 hal yang berkaitan dengan firman Allah dalam surat Al Hadid ayat 20 yang artinya :

Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan Para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu Lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

Lima hal tersebut menurut Mufassirin Imam Fathur Rozi ialah sebagai berikut :

Dunia mempunyai 5 (lima) sifat, yaitu: 1. Laibun (Permainan), yaitu permainan badan dan ini adalah perbuatan akan-anak yang mereka itu menjadikan diri mereka sangat capek dan payah kemudian setelah permainan tersebut selesai tidak ada fiadah yang didapatkan. 2. Lahwun (Sesuatu yang melalaikan/senda gurau), yaitu yang membuat hati lalai dan ini adalah perbuatan orang tua yang kebanyakan setelah perbuatan yang melalaikan itu selesai, maka tidak tersisa kecuali penyesalan, yang demikian itu dikarenakan orang yang berakal setelah melakukan perbuatan yang melalaikan dia melihat bahwa hartanya hilang, umurnya berkurang (pergi) dan kelezatannya habis, sementara nafsu/jiwa semakin rindu dan haus akan hal tersebut, namun nafsu tidak mendapatkannya, sehingga terkumpul dampak buruk dan berkesinambungan (tidak pernah puas). 3. Zinah (Perhiasan), yaitu berhias dalam hal pakaian, makanan, minuman, kendaraan, rumah, istana, kedudukan, dll. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Maknaya adalah bahwasanya oran gkafir sibuk sepanjang hidupnya untuk mencari perhiasan dunia tanpa beramal untuk akhirat.” 4. Saling berbangga di antara kamu terhadap sifat-sifat yang fana’ (tidak abadi) dan pasti hilang, yaitu boleh jadi berbangga-bangga dengan nasab, kekuasaan, kekuatan, bala tentara yang semuanya itu pasti lenyap. Dan saling berbangga di antra kamu yaitu masing-masing dari penduduk dunia ingin membanggakan atas yang lain dan ingin supaya dia menjadi pemenang dalam semua urusannya dan ingin mendapatkan ketenaran (popularitas) dalam semua keadaannya. 5. Berbangga-bangga tentang harta dan anak, yaitu masing-masing menginginkan dia lebih banyak dari yang lainnya dalam hal harta dan anak. Semua ini hanya terjadi pada diri pecinta dunia dan yang merasa damai dengan dunia. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Mengumpulkan harta dalam kemurkaan Allah dan membanggakan harta terhadap wali-wali Allah serta mengeluarkan harta dalam perkara-perkara yang mendatangkan murka Allah maka dia menjadi kegelapan yang bertumpuk-tumpuk.” Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata, “Apabila kamu melihat orang yang mengalahkanmu dalam perkara dunia, maka kalahkan dia dalam hal akhirat.”

Kelima hal tersebut perlu kita sikapi sebagai manusia yang ingin mencari Ridlo Allah SWT. Allah subhanahu wa ta’ala memberitahukan tentang hakikat dunia yang sebenarnya, dan menjelaskan tentang puncak tertinggi dari kehidupan dunia beserta penghuninya. Maksud sebenarnya dari ayat ini adalah merendahkan keadaan dunia dan mengagungkan keadaan akhirat. Yaitu Allah berfirman, “..dunia adalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan..“. Tidak diragukan lagi bahwa semua ini adalah perkara yang hina. Adapun akhirat maka di sana ada adzab yang keras yang terus-menerus atau keridhaan Allah yang selamanya dan tidak diragukan lagi bahwa ini adalah sesuatu yang agung.

IMG 4778

Dalam sambutan Ketua Pengadilan Agama Jepara Drs. H. Abd. Malik, SH., MSI beliau menyampaikan banyak terimakasih kepada semua para pegawai dan karyawan Pengadilan Agama Jepara ini yang selalu senantiasa menunjukkan eksistensinya dam mengikuti agenda-agenda rapat dinas. Beliau juga menghimbau agar kita selalu mawas diri atau introspeksi diri kita masing-masing untuk mencari jalan menuju keridloan Allah SWT. (TIM IT PA JEPARA)

Add comment


Security code
Refresh

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Jepara

Jl. Shima No. 18 Pengkol Jepara.

Telp: 0291-593200 
Fax: 0291-591047

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Tautan Aplikasi

SIPP

Komdanas

SIKEP

SIMARI

LPSE

Info Perkara PA